Showing posts with label Finch. Show all posts
Showing posts with label Finch. Show all posts

Bondol Coklat (Lonchura atricapilla)

Bondol coklat (Lonchura atricapilla), juga dikenal dengan nama black-headed munia, chestnut munia, chestnut mannikin, black-headed nun atau black hooded nun. 
Sebelumnya diketahui sebagai sub spesies dari tricolored munia (lonchura malacca atricapilla)

Bondol coklat dapat ditemukan di Bangladesh, Brunei, Kamboja, Cina, India, Laos, Malaysia, Birma, Nepal, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand dan Vietnam. Burung ini hidup di padang rumput terbuka dan lahan pertanian.




Bondol coklat berukuran sekitar 11-12 cm. Jantan dan betina berwarna sama, tetapi hanya jantan saja yang bisa berkicau, Kicauanya terdengar seperti kucing yang mengeong. Warna bulu burung dewasa sebagian besar coklat, kecuali kepalanya yang berwarna hitam.
Burung muda berwarna coklat pucat dan kepala tidak hitam seperti burung dewasa. Bondol coklat muda tampak mirip dengan bondol haji muda (Lonchura maja) dan bondol peking muda (Lonchura punctulata).



















Bondol coklat memiliki beberapa sub spesies sbb:
Lonchura atricapilla atricapilla
Lonchura atricapilla rubroniger
Lonchura atricapilla sinensis
Lonchura atricapilla formosana
Lonchura atricapilla deignani
Lonchura atricapilla brunneiceps
Lonchura atricapilla jagori
Lonchura atricapilla selimbauensis
Lonchura atricapilla obscura
Lonchura atricapilla batakana

Makanan bondol coklat terutama adalah padi-padian dan bijian lainnya.
Bondol coklat bersarang di rerumputan yang tinggi atau semak-semak. Rata-rata telur yang dihasilkan antara 4-7 butir.



sumber: beberapa sumber
foto: koleksi ozone finch pemalang

Bondol Kalimantan / Dusky Munia



Bondol Kalimantan (Lonchura fuscans) adalah sejenis burung kecil pemakan biji-bijian yang tergolong dalam suku Estrildidae. Sebelumnya, burung ini dimasukkan sebagai anggota suku Ploceidae. Burung ini diketahui hidup terbatas (endemik) di Kalimantan. Dalam bahasa Inggris, bondol ini dikenal dengan nama Dusky Munia, merujuk pada warna bulunya yang gelap.
Pengenalan

Burung pipit berukuran agak kecil, dari paruh hingga ke ekor sekitar 11 cm. Bulu seluruhnya berwarna gelap, coklat kehitaman. Iris mata berwarna coklat, paruh hitam di atas dan abu-abu di bawah, kaki hitam. Suara bergetar “pii.. pii” atau “cirrup”, atau suara rendah “tek.. tek” sewaktu terbang.

Umum ditemukan di dataran rendah di seluruh Kalimantan dan pulau-pulau di sekitarnya, hingga ketinggian sekitar 500 m. Di tepi-tepi hutan, semak sekunder, padang rumput, dan lahan-lahan pertanian. Kebiasaannya seperti burung bondol yang lain.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Estrildidae
Genus: Lonchura
Spesies: L. fuscans
Nama binomial
Lonchura fuscans
sumber: id.wikipedia.org

Bagaimana Cara Beternak Owl Finch

Owl Finch, juga dikenal sebagai bicheno atau Double-barred finch, dikenal sebagai salah satu keturunan burung terkecil yang hidup di Australia. Finch ini mendapatkan namanya dari penampilan cantik mereka yang unik di antara semua jenis finch. Owl finch bermuka putih dengan garis hitam, dengan garis hitam yang melintang di bagian dada. Warna tubuhnya coklat muda dipunggung dan bagian depan putih, dengan sayap hitam yang indah berbintik-bintik di titik-titik putih kecil. Owl finch merupakan finch yang paling cantik dan paling dicari untuk diternak atau dijual.
 

Beberapa orang tertantang mencoba mencari tahu kenapa owl finch susah diternak, hal ini terutama karena dua kebutuhan yang mereka butuhkan. Owl Finch adalah burung yang sangat aktif, sehingga untuk membuat mereka senang, para ahli cenderung menyarankan memelihara owl finch di kandang besar dengan berbagai jenis finch lainnya. Burung dalam jumlah bayak dalam satu kandang bukanlah masalah kecuali saat tiba musim kawin. Owl Finch umumnya burung jinak, dan bisa  hidup dengan burung lain, tetapi mereka akan bersaing dengan sesama jenisnya selama musim kawin. Artinya owl finch jantan akan berkelahi dengan  jantan lainya sebagai tanda superioritas terhadap betina selama musim kawin. Perkelahian ini tidak bisa dicegah sehingga disarankan peternak mengamati dan memisahkan burung yang agresif. Cara lain untuk mencegah hal ini adalah dengan memisahkan owl finch berpasangan di kandang besar, dan selalu diawasi.

Kesulitan lain dari menangkarkan finch ini adalah membuat burung ini tenang. Hal yang sering dilakukan oleh peternak hanya dengan memberikan mereka privasi. Peternak melakukan hal ini dalam berbagai cara, beberapa hanya datang kekandang hanya setiap memberi makan atau memeriksa telur, sementara yang lain menutupi bagian kandang agar burung ini tidak takut. Owl Finch umumnya lebih memilih untuk bertelur di keranjang anyaman, namun kukunya mudah terjepit dalam keranjang dan bisa menyebabkan cacat permanen pada jarinya. Sarang dengan permukaan yang lembut dan ada tenggerannya adalah pilihan yang terbaik.

Masa mengeram berlangsung selama sekitar dua minggu, dan owl finch jantan dan betina berbagi tugas dalam mengerami telur. Biasanya telur berjumlah 4 butir setiap periode bertelur. Ketika telur menetas, dibutuhkan dua setengah minggu untuk menjadi mirip seperti burung dewasa, dan diusir keluar dari sarangnya pada kisaran umur yang sama. Jika indukan tidak mau merawat anakan, jangan dititipkan ke finch lain kecuali ke burung bengkalis. Bahkan zebra finch akan membuang anakan owl finch karena mereka akan menyadari bahwa anakan tersebut bukan anaknya.
 
 
 Sumber: terjemahan bebas dari http://www.birdproduct.com, youtube.com

Cut-throat Finch

Cut-throat Finch (Amadina fasciata) adalah spesies finch yang umum ditemukan di Afrika dan berasal dari Afrika. Cut-throat finch juga dikenal sebagai Bearded Finch, Finch Ribbon, Cut Throat, dan Weaver Finch. Cut-throat finch berbulu pucat, coklat dengan bintik-bintik hitam. Warna ekor cut-troath finch adalah hitam-coklat, dagu dan pipi putih tebal, dan garis-garis coklat pada perut. Kaki nya berwarna merah muda. jantan dewasa memiliki tanda merah terang di lehernya, sedangkan jantan muda memiliki tanda merah yang agak kusam.


Cut-throat finch ditemukan di Angola, Benin, Botswana, Burkina Faso, Kamerun, Chad, Republik Kongo, Pantai Gading, Eritrea, Ethiopia, Gambia, Ghana, Kenya, Malawi, Mali, Mauritania, Mozambik, Namibia, Niger, Nigeria , Portugal (diperkenalkan), Rwanda, Senegal, Somalia, Afrika Selatan, Sudan, Tanzania, Togo, Uganda, Zambia dan Zimbabwe.


Cut-throat finch biasanya menggunakan sarang burung lain. Satu periode bertelur biasanya terdiri dari 4 sampai 6 telur berwarna putih, yang akan menetas setelah masa inkubasi selama 12 hari.


Klasifikasi Ilmiah
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Passeriformes
Family: Estrildidae
Genus: Amadina
Species: A. fasciata
Binomial name
Amadina fasciata



Sumber: terjemahan bebas dari www.wikipedia.org, youtube.com

Star Finch

Starfinch (Neochmia ruficauda) adalah spesies estrildid finch yang ditemukan di Australia. Star Finch tinggal di habitat padang rumput kering dan savana kering.



Star Finch dibagi menjadi tiga subspesies:
1. Neochmia ruficauda subclarescens (mendiami tiga sub-populasi yang terpisah, dari Pilbara, Fitzroy River Valley dan Gibb River, Australia dari wilayah Barat sampai utara / perbatasan Queensland.)
2. Neochmia ruficauda clarescens (terdapat di Cape York Peninsula)
3. Neochmia ruficauda ruficauda (kemungkinan sudah punah)

Habitat Star Finch terancam oleh penggembalaan ternak yang berlebihan di padang rumput, merusak pelindung penting untuk kelangsungan hidup mereka serta sumber makanan dan air. Penggembalaan selektif selama musim hujan juga dapat merusak rumput yang diperlukan untuk bertahan hidup selama musim kemarau. Pembakaran padang rumput selama musim kemarau dapat mengurangi benih yang jatuh selama musim hujan dan dengan demikian mengurangi ketersediaan makanan yang dibutuhkan oleh Star Finch. Spesies ini juga terancam oleh perdagangan binatang.

Meskipun Star Finch telah terdaftar sebagai hewan yang terancam, tetapi burung ini sudah umum sebagai binatang piaraan. Spesies ini memiliki beberapa mutasi seperti warna Kuning & Cinnamon.


Scientific classification
Kingdom:     Animalia
Phylum:     Chordata
Class:     Aves
Order:     Passeriformes
Family:     Estrildidae
Genus:     Neochmia
Species:     N. ruficauda
Binomial name
Neochmia ruficauda
sumber: terjemahan bebas dari www.wikipedia.org

Gelatik Jawa / Gelatik Belong / Gelatik Emas (Lonchura oryzivora)

Gelatik Jawa (Lonchura oryzivora) juga dikenal sebagai Java Finch, Java rice Sparrow atau Java rice Bird adalah burung passerine kecil. Burung finch ini merupakan burung yang berkembang biak di Jawa, Bali
dan Bawean di Indonesia. Gelatik jawa adalah burung piaraan populer, dan telah diperkenalkan di sejumlah besar negara-negara lain. Beberapa ahli taksonomi menempatkan gelatik jawa dan gelatik timor pada genus nya sendiri yaitu padda.
gelatik jawa

Gelatik jawa berukuran sekitar 15-17 cm dari paruh sampai ujung ekor. Warna gelatik dewasa jelas, dengan tubuh bagian atas dan dada abu-abu, perut merah muda, pipi putih, kepala hitam, mata bercincin merah, kaki merah muda dan paruh tebal berwarna merah.Kedua jenis kelamin hampir sama. Burung yang belum dewasa memiliki tubuh bagian atas coklat, tubuh bagian bawah coklat pucat, dan kepala polos. Burung yang sangat muda memiliki paruh hitam dengan dasar merah muda.Panggilannya berupa chip, dan kicauannya adalah serangkaian suara chipchipchipchipchipchip yang cepat.
anakan gelatik jawa

Gelatik jawa merupakan burung yang sangat bersahabat dengan pakan utamanya berupa  bijian dan kacang-kacangan lainnya. Gelatik biasanya tinggal di padang rumput terbuka dan daerah pertanian dan sebelumnya dikenal sebagai hama di sawah, oleh karenanya gelatik mendapat nama ilmiahnya tersebut. Sarangnya dibuat di pohon atau bangunan, dan bertelur sampai delapan butir.

Gelatik Jawa dianggap sebagai hama pertanian padi yang serius. Karena hilangnya habitat dan perburuan yang sedang berlangsung di beberapa daerah, Gelatik jawa sekarang jarang terlihat di habitat aslinya. Gelatik Jawa dinyatakan Rentan pada Daftar Merah IUCN Spesies Terancam dan terdaftar pada Lampiran II CITES.
gelatik jawa muda

Gelatik jawa diperkenalkan di anak benua India, tetapi gagal menjadi binatang yang sukses di daratan India meskipun telah membentuk populasi berkembang biak di sekitar Kolombo, Sri Lanka. Di Amerika Serikat ada reproduksi populasi pada beberapa Kepulauan Hawaii, terutama Oahu.
gelatik jawa juvenil

Di Karibia, gelatik jawa diperkenalkan ke Puerto Rico di mana itu cukup umum di dekat San Juan. Ini juga telah terlihat di Jamaika, namun tidak diketahui keberadaannya pada salah satu pulau-pulau lainnya. 
gelatik jawa
 Gelatik jawa telah menjadi burung piaraan populer di Asia selama berabad-abad, pertama di Dinasti Ming Cina dan kemudian di Jepang dari abad ke-17, sering muncul dalam cetakan dan lukisan Jepang. Penulis era Meiji, Natsume Soseki, menulis esai tentang gelatik jawa peliharaannya. Pada akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an burung gelatik Jawa adalah salah satu burung piaraan yang paling populer di Amerika Serikat sampai akhirnya impor dilarang. Sampai hari memiliki gelatik jawa tetap dianggap ilegal di California karena dianggap ancaman bagi pertanian, meskipun negara penghasil beras di Asia seperti China, Taiwan dan Jepang belum menyatakan larangannya.



Di Asia burung gelatik jawa yang sering dipelihara hampir sejak menetas oleh peternak, dan gelatik menjadi sangat jinak pada manusia. Dengan demikian, gelatik biasanya dipelihara di kandang yang relatif kecil, tetapi membiarkannya keluar untuk latihan dalam ruangan tanpa bisa mencoba kabur. Dalam penangkaran, berbagai warna telah dihasilkan, termasuk putih, silver/opal, coklat kekuningan/isabel, pastel, krem dan agate (yang saat ini langka dalam spesimen peternakan Eropa) serta pied (disebut "sakura buncho" di Jepang).




















sumber: terjemahan bebas dari www.wikipedia.org
foto: koleksi ozone finch

Long-tailed Finch / Shaft-tail Finch / Pinstat

Long-tailed finch (Poephila acuticauda) adalah spesies estrildid finch yang umum ditemukan di Australia yang juga dikenal sebagai Blackheart Finch, Shaft-tail Finch, Heck's Grassfinch, Heck's Finch dan pinstat. Burung ini didominasi warna coklat kekuningan dengan kepala abu-abu pucat serta leher dan mata hitam. Finch ini tinggal di habitat savana kering di Australia. Status spesies tersebut tidak termasuk binatang yang terancam punah dan sudah beradaptasi di penangkaran.



pinstat

Long-tailed finch pertama kali dijelaskan oleh ahli burung, John Gould, pada tahun 1840 sebagai Amadina acuticauda, yang telah dikumpulkan oleh Benjamin Bynoe, dokter bedah kapal HMS Beagle. Burung ini adalah salah satu dari tiga spesies dalam genus Poephila. Pinstat dimasukkan dalam keluarga finch Australo-papua, Estrildidae, meskipun keluarga ini sendiri sebelumnya dimasukkan dalam keluarga sparrow, Passeridae. Sebuah studi genetik yang dipublikasikan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa dua subspesies dari long-tailed finch dipisahkan satu sama lain oleh Dataran tinggi Kimberley - daratan Arnhem sekitar 340.000 tahun yang lalu, dan nenek moyang mereka menyimpang dari Black-throated Finch (P. cincta) diseluruh pemisah Carpentarian 0,6 juta tahun yang lalu.

pinstat

Panjang pinstat dewasa adalah sekitar 15 cm (6 in). Memiliki warna hitam bulat pada tenggorokan dan dada bagian atas serta ekor hitam panjang dan runcing, tubuh bagian bawah coklat kemerahan. Kepala abu-abu, telinga dengan garis putih, dan bulu bagian bawah ekor putih. Warna paruh pinstat dewasa bervariasi dari merah, oranye dan kuning. Subspesies dengan paruh merah kadang-kadang disebut Heck's Grass Finch Poephila acuticauda hecki, dan subspesies dengan paruh oranye atau kuning kadang-kadang disebut long-tailed grass finch. jantan dan betina sama, tetapi betina mungkin sedikit berwarna kusam dan mungkin memiliki dasi lebih kecil. Rata-rata betina memiliki sayap dan ekor lebih pendek dibanding jantan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 1990 menunjukkan bahwa pinstat tidak dapat dibedakan jenis kelaminnya kecuali setelah burung tersebut menunjukkan jenis kelaminnya dengan kicauannya. burung muda mempunyai paruh hitam dan bulu ekor lebih pendek.
Pinstat mendiami hutan terbuka di seluruh Australia utara, dari Derby timur ke Sungai Leichhardt di utara Queensland. Pinstat jantan mendekati anggota asing dari jenisnya dan menunjukkan tariannya, posisi badan tegak dan bernyanyi, sebelum mencoba untuk kawin dengan pendatang baru. Pendatang baru jantan kadang-kadang tidak menampakkan jenis kelamin mereka ketika dihadapkan pada sekelompok burung. penulis penelitian ini menyatakan bahwa ini adalah mekanisme bertahan hidup untuk mengurangi pelecehan, meningkatkan peluang penerimaan ke dalam kelompok dan kemungkinan bereproduksi di masa depan. Spesies ini berkembang biak dalam cekungan alami. Pasangan berbagi tanggung jawab memberi makan, dan ada satu laporan bahwa burung dari tetasan yang lebih tua membantu induknya memelihara tetasan berikutnya. Satu periode bertelur terdiri dari empat sampai enam telur berwarna putih kusam berukuran 17 x 12 mm. Masa inkubasi adalah 13 sampai 17 hari.

pinstat

Pinstat sudah beradaptasi di penangkaran, meskipun untuk berkembang biak memerlukan aviary daripada disangkar, dan kondisi lembab perlu dihindari. Ekspor burung ini dilarang dari Australia, oleh karenanya harganya menjadi agak mahal untuk pemula di Inggris. Dimusim kawin sebaiknya pinstat di tempatkan dikandang perpasang karena disaat ini pinstat menjadi agresif terhadap finch kecil lainya. Pinstat mudah berkembang biak di penangkaran, kadang-kadang menghasilkan 2 kali tetasan per tahun, dan bisa hidup sekitar 5 sampai 8 tahun. Dalam penangkaran, sepasang pinstat (P. a. Hecki) mungkin mengeram terus menerus, yang bisa membahayakan kesehatannya jika tidak diberikan pakan yang memadai.

sumber: terjemahan bebas dari www.wikipedia.org
foto : koleksi ozone finch

European Goldfinch


Scientific classification
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Passeriformes
Family: Fringillidae
Genus: Carduelis
Species: C. carduelis
Binomial name
Carduelis carduelis
Goldfinch Eropa atau Goldfinch (carduelis carduelis) adalah burung kecil dari keluarga finch.

Goldfinch berkembang biak diseluruh Eropa, Amerika Utara serta Asia Barat dan Tengah, didaerah terbuka dan dataran rendah yang sebagian berhutan. Burung ini tinggal di wilayah barat, namun bermigrasi dari daerah dingin. Goldfinch telah diperkenalkan ke banyak daerah di dunia.
european_goldfinch_ozonesdw

Goldfinch rata-rata berukuran panjang 12-13 cm dengan lebar sayap 21-25 cm dan berat 14-19 gram. Jenis kelamin secara umum hampir sama, dengan muka merah, kepala hitam dan putih, punggung coklat serta sayap hitam dan kuning. Pada pemeriksaan lebih dekat, goldfinch jantan seringkali dapat dibedakan dengan muka merah yang lebih gelap dan terletak tepat di belakang mata. Pada betina, warna merah dimuka tidak mencapai mata. Paruh berwarna kuning gading panjang dan runcing, dan ekor yang bercabang. Goldfinch pada kondisi siap berbiak memiliki paruh berwarna putih, dengan tanda abu-abu atau kehitaman di ujung. Burung remaja memiliki kepala polos dan punggung lebih abu-abu. Burung di Asia Tengah (caniceps group) memiliki kepala abu-abu polos di dibelakang muka merah, lebih sedikit pola hitam dan putih dikepala dibanding burung Eropa dan Asia Barat.

European_goldfinch_ozonesdw

Spesies ini dibagi menjadi dua kelompok besar, masing-masing terdiri dari beberapa ras.

Kelompok Carduelis carduelis carduelis
-  Carduelis carduelis balcanica. Southeastern European
-  Carduelis carduelis brevirostris. Crimea, Kaukasus Selatan.
-  Carduelis carduelis britannica. Kepulauan Britanian.
-  Carduelis carduelis carduelis. Sebagian besar daratan eropa, Skandinavia.
-  Carduelis carduelis loudoni. Kaukasus Selatan, Iran.
-  Carduelis carduelis major. Siberia Barat.
-  Carduelis carduelis niediecki. Asia Barat, Afrika Timur Laut.
-  Carduelis carduelis parva. Atlantic Macaronesic Islands (Kepulauan Kenari., Madeira), Iberia, Afrika Barat Laut.
-  Carduelis carduelis tschusii. Corsica, Sardinia, Sisilia

Kelompok Carduelis carduelis caniceps
-  Carduelis carduelis caniceps. Asia Tengah bagian selatan.
-  Carduelis carduelis paropanisi. Afghanistan sampai Himalaya Barat dan Tien Shan.
-  Carduelis carduelis subulata. Siberia Tengah bagian selatan

Makanan yang disukai goldfinch adalah biji kecil seperti onak (nama Latin berasal dari kata Carduus, genus dari onak) dan teasels, tetapi juga memakan serangga ketika meloloh anakan. Goldfinch juga secara teratur mengunjungi bird feeder di musim dingin. Goldfinch bertelur 4-6 butir yang biasanya sarangnya dibuat di ranting pohon yang tinggi atau pohon bambu, telurnya akan menetas setelah 11-14 hari.
European_goldfinch_ozonesdw

Pada musim dingin goldfinch berkelompok membentuk kawanan bisa berjumlah empat puluh ekor bahkan kadang lebih.
Kicauannya sangat merdu. Panggilannya berupa melodi tickeLIT dan lagunya mendenting termasuk frase panggilan yang terdiri dari tiga suku kata atau tellit-tellit-tellit.

Dahulu, goldfinch dipelihara disangkar untuk dinikmati kicauannya. Karena terlepas dari kurungan dan sengaja dilepas kemudian membentuk koloni di Australia tenggara dan New Zealand
Goldfinch tertarik untuk mendatangi birdfeeder yang berisi niger di halaman belakang di Eropa dan Amerika Utara.

European_goldfinch_ozonesdw

Goldfinch umumnya dipelihara dan ditangkarkan diseluruh dunia karena penampilan khasnya dan kicauannya yang merdu. Goldfinch jantan kadang-kadang disilangkan dengan kenari betina dengan tujuan untuk menghasilkan persilangan dengan kicauan yang indah, yang biasanya mewarisi lagu terbaik dari kedua spesies.

sumber: terjemahan ngawur dari www.wikipedia.org

Zebra Finch


Scientific classification
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Passeriformes
Family: Estrildidae
Genus: Taeniopygia
Species: T. guttata
Binomial name
Taeniopygia guttata

Zebra Finch , Taeniopygia guttata (sebelumnya bernama Poephila guttata),  adalah finch dari family estrildide yang paling umum dan dikenal di Australia Tengah dan meluas ke sebagian besar benua tersebut. Burung ini juga dapat ditemukan dialam liar di Indonesia dan Timor Timur. Burung tersebut telah diperkenalkan ke Puerto Rico, Portugal, Brasil dan Amerika Serikat
Zebra Finch berukuran panjang  sekitar 10 cm  dan biasanya makan biji rumput dan millet. Suara dari jenis ini sebagian besar terdiri dari panggilan. Zebra finch hidup di padang rumput dan hutan, biasanya dekat dengan air.  Mereka biasanya ditemukan di stepa terbuka dengan semak-semak dan pohon-pohon yang tersebar, tetapi telah beradaptasi dengan kehadiran manusia, mengambil keuntungan dari mata air dan lahan buatan manusia . Zebra finch - termasuk sebagian besar varian yang dikembangkan manusia  - secara luas dipelihara oleh peneliti genetik, peternak dan hobist.
Di habitat aslinya zebra finch berbiak setelah hujan lebat, yang dapat terjadi setiap saat sepanjang tahun. Burung di penangkaran dapat berkembang biak sepanjang tahun. Burung liar beradaptasi dan bervariasi dalam kebiasaan bersarang mereka, dengan sarang yang ditemukan dalam lubang, pohon-pohon yang rendah, semak-semak, tanah, rumah rayap, luabng kelinci, dan di sarang burung lain. Di luar masa berbiak, sarang digunakan untuk tidur.
Waktu hidup Zebra Finch sangat bervariasi karena faktor genetik dan lingkungan.  Di alam liar Zebra Finch dapat hidup hingga lima tahun.  Didalam kurungan burung ini bisa bertahan hingga umur 5 sampai 7 tahun. Jika dipelihara dengan baik mereka bisa hidup hingga 12 tahun bahkan ada yang bisa hidup sampai 14,5 tahun.  Ancaman terbesar terhadap kelangsungan hidup spesies ini adalah karena dimangsa kucing atau hilangnya sumber pakan alami.
Zebra finch dibagi menjadi dua sub spesies
·         Taeniopygia guttata guttata, Zebra Finch Timor, meluas dari Lombok di Kepulauan Sunda atau Nusa Tenggara, di daerah pesisir sekitar benua Australia.
·         Taeniopygia guttata castanotis ditemukan di berbagai benua Australia.
Perbedaan morfologi dari kedua subspesies adalah dari segi ukuran. T. g. guttata lebih kecil dari T. g. castanotis. Selain itu, T.g. jantan memiliki garis-garis dada lebih sedikit, tidak sampai bawah paruh.
Zebra finch tersebar luas luas di Australia, Tasmania, dan Kepulauan Flores.
Suara zebra finch keras dan riuh. Panggilan mereka seperti "bip" keras, "meep", "oi!" atau "a-ha!". Nyanyiannya jantan berupa beep kecil, yang mengarah ke sebuah lagu berirama dari berbagai kompleksitas. Nyanyian setiap jantan berbeda-beda, meskipun burung yang berasal dari garis keturunan yang sama akan menunjukkan kesamaan, dan semua memiliki keunikan suara sendiri. Anakan zebra finch biasanya meniru lagu induk jantan dengan sedikit variasi. Lagu dapat berubah selama masa pubertas, tetapi setelah itu akan tetap seumur hidupnya.  
Zebra Finch jantan mulai berkicau saat pubertas, sementara betina tidak memiliki kemampuan berkicau.  Hal ini disebabkan perbedaan perkembangan, dimana didalam embrio, zebra finch jantan memproduksi estrogen, yang diubah menjadi hormon seperti testosteron di otak, yang pada gilirannya menyebabkan perkembangan sistem saraf untuk sistem lagu. Lagu-lagu mereka dimulai dengan suara terputus-putus, tetapi ketika mereka terus mencoba, mereka dapat mencocokkan apa yang dinyanyikan dengan kicauan bapaknya, dan mereka dengan cepat dapat menyempurnakan kicauannya. Selama masa-masa formatif, mereka akan menggabungkan suara dari lingkungan nya ke dalam lagu-lagu mereka, juga menggunakan inspirasi dari kicauan jantan-jantan.

Zebra finch jantan menggunakan kicauannya sebagian sebagai panggilan kawin. Perkawinan biasanya disertai dengan suara bernada tinggi. Mereka juga akan mengeluarkan suara mendesis ketika melindungi wilayahnya.
Zebra finch, seperti kebanyakan family estrildidae, adalah pemakan bijian, paruhnya disesuaikan untuk mengupas biji kecil. Mereka lebih memilih millet, tetapi juga dapat mengkonsumsi banyak jenis bijian. Selain memakan bijian, zebra finch dalam penangkaran juga mau memakan egg food. Mereka juga bisa mengkonsumsi makanan segar, seperti potongan-potongan kecil selada cincang, apel, dan anggur. Mereka sangat menyukai spray millet.  Ketersediaan air sangat penting untuk kelangsungan hidup burung ini, sehingga Zebra Finch akan sering minum ketika air tersedia dan menikmati mandi di sebuah mangkuk kecil.  Zebra Finch mungkin bisa kegemukan, karena sering makan sepanjang hari, namun burung yang kegemukan butuh lebih banyak olahraga bukan pakan yang sedikit. Zebra Finch harus selalu memiliki akses ke makanan segar dan air. 

Perilaku zebra finch yang tiba-tiba suka mengumpulkan sesuatu menunjukkan bahwa pasangan ini siap membuat sarang. Pasangan ini akan menarik batang atau daun tanaman, dan jika tidak ada bahan-bahan yang tersedia untuk dikumpulkan, mereka akan menggunakan bulu dan kulit bijian. semua bahan yang dapat digunakan untuk membangun sarang akan dikumpulkan di sudut lantai kandang, atau dalam wadah pakan. Ketika perilaku ini terlihat, pasangan ini harus disediakan sarang. Sarang ini harus selalu ditempatkan di sudut tertinggi dari kandang, berlawanan dengan wadah pakan, tapi dekat dengan tenggeran.  Pada masa pembuatan sarang, keduanya akan tidur bersama dalam sarang.

Ketika mereka menerima sarang dan mulai menggunakannya setiap malam, mereka harus disediakan bahan sarang tali pendek dan daun. Mereka lebih memilih bahan yang panjangnya beberapa inci dan akan menggunakan hampir semua jenis dan warna bahan yang lembut, bahan sarang yang panjang atau mudah kusut menyebabkan tercekik atau bahkan kematian. Kotak sarang akan diisi dengan segala sesuatu yang bisa diambil setidaknya satu minggu sebelum mulai bertelur. Jumlah telur berkisar antara dua sampai tujuh butir, dan umumnya berjumlah 5 butir.


Jantan dan betina mempunyai ukuran yang sama tetapi dapat dengan mudah dibedakan karena jantan umumnya memiliki bulu pipi oranye cerah, paruh merah, dan pola hitam dan putih umumnya lebih mencolok. Paruh kadang-kadang menjadi satu-satunya cara untuk membedakan jenis kelamin dari Finch Zebra, karena pada beberapa mutasi , warna oranye di pipi kadang pudar atau tidak ada. Keturunan dari pasangan yang berwarna sama kadang-kadang mungkin berbeda dari warna orang tua nya, bervariasi dari abu-abu polos untuk putih polos. Variasi ini biasanya disebabkan peternakan campuran antara jenis finch dari satu garis keturunan. Namun, pipi oranye merupakan indikasi kuat bahwa Zebra Finch muda benar-benar jantan dan warna pipi mulai muncul ketika umur sekitar dua bulan. Zebra Finch Muda memiliki warna paruh hitam, akan berganti warna ketika pubertas, meskipun mulai berubah pada usia satu bulan.


Anakan akan menetas sesuai dengan waktu masing-masing telur dikeluarkan. Wajar jika ada satu atau dua telur yang belum menetas, sementara sang induk sudah mulai meloloh. Setelah telur mulai menetas sebaiknya peternak mulai memeriksa setiap hari untuk mengatasi masalah seperti ada anakan yang lebih besar yang mungkin dapat menindih anakan lain yang lebih kecil, sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah anakan yang akhirnya menjadi dewasa. Waktu dari bertelur sampai telur siap menetas berbeda pada tiap-tiap periode bertelur, tapi telur umumnya akan menetas dalam waktu 14 sampai 16 hari dari peneluran dan anakan mulai berani keluar sarang dalam waktu sekitar tiga atau empat minggusetelah  menetas, akan terlihat dewasa dalam waktu sekitar tiga bulan. Umur siap produksi  adalah delapan bulan atau lebih. Zebra finch umumnya adalah indukan yang dan akan bergantian mengeram serta meloloh anaknya.
Ketika betina sedang bertelur, hanya pasangannya saja yang diperbolehkan dalam sarang. Membiarkan pasangan mulai produksi lagi sementara anakan pada produksi pertama masih dikandang akan membuat stres semua burung dalam kandang. Sang jantan tidak akan membiarkan burung lain dekat dengan sarangnya. Ketika induk sudah mulai bertelur lagi disarankan memindahkan anakan di kandang terpisah untuk mencegah tindakan agresif dari jantan dewasa yang kemungkinan akan mencoba untuk mengalahkan burung muda yang dikira akan menarik perhatian si betina.

Sumber: terjemahan bebas dari www.wikipedia.org
Foto : Koleksi ozone farm

Society Finch


Society Finch / Bengkalis / Emprit Jepang

Status Konservasi
Domestikasi
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Passeriformes
Family: Estrildidae
Genus: Lonchura
Species: L. striata
Subspecies: L. s. domestica



Society Finch (Amerika Utara) atau Bengalese Finch (sebutan di tempat lain), Lonchura striata domestica atau L. domestica, merupakan burung peliharaan populer yang tidak ditemukan di alam liar.
Burung ini adalah anggota dari keluarga finch estrildidae. Banyak sumber menyebutnya
kemungkinan adalah bentuk domestik dari White-rumped munia (dikenal di aviculture sebagai Striated Finch), meskipun beberapa menyatakan bahwa itu berasal dari persilangan spesies ini dengan spesies lain dalam genus Lonchura. Sebuah penelitian menemukan bahwa DNA nya lebih terkait erat dengan White-rumped munia daripada burung lain seperti Zebra Finch, Chestnut-breasted munia, atau Silver Bill (kemungkinan Indian Silverbill), menunjukkan bahwa itu berasal dari White-rumped.
Bengkalis
beradaptasi dengan baik di penangkaran dan kerumunan manusia. Mereka berkembang biak dengan baik dan merupakan induk asuh yang baik untuk burung finch lain.
Sementara dua
jantan tidak bisa hidup tanpa kumpulan lain, telah ditemukan bahwa “pasangan” terbaik untuk induk asuh adalah dengan menggunakan dua jantan, lebih baik daripada dua betina atau pasangan jantan dan betina. Dua jantan biasanya akan menerima telur, atau bahkan sebagian mau merawat burung muda tanpa ragu-ragu.



Burung ini suka hidup berdampingan dan cenderung semua tidur dalam satu sarang jika dipelihara dalam kelompok. Dalam aviary mereka bertelur dan berkerumun dalam satu sarang, mengeram bersama (dilakukan oleh betina dan berlangsung 16 hari) atau merusak telurnya. Dengan demikian mereka berkembang biak lebih baik jika dipelihara sebagai pasangan tunggal dalam kandang ternak soliter.  Sosialisasi ini yang menyebabkan burung ini diberi nama Amerika "Society Finch".
Bengkalis adalah burung kecil ceria yang cukup mudah untuk dipelihara. Burung ini cukup mudah untuk berkembang biak asalkan bisa dipastikan jenis kelaminnya. Menentukan sepasang jantan dan betina cukup sulit karena kedua jenis kelamin sekilas terlihat sama persis. Namun, masih mungkin untuk menentukan jenis kelamin dengan perilaku jantan yang cenderung untuk menampilkan tarian untuk mengesankan betina. Cara terbaik menggunakan metode ini untuk menentukan jenis kelamin bengkalis adalah dengan menempatkan satu burung dalam kandang kecil dan benar-benar dipisahkan dari jenisnya sendiri (baik penglihatan dan pendengaran) selama beberapa jam, kemudian memperlihatkan bengkalis lain di sangkar. Jika burung pertama adalah jantan, akan segera menampilkan tariannya kepada pendatang baru. Sayangnya hal ini tidak selalu berarti bahwa burung yang diperkenalkan adalah betina. Tetapi jika burung pertama tidak menampilkan tariannya hampir pasti burung tersebut adalah betina.



Bengkalis umumnya diberi pakan bijian, seperti millet, biji kenari, dan hijauan. Mereka biasanya tidak akan memakan pakan hidup, tetapi telah ditemukan mereka sering menerima telur lalat, yang mereka pecah seperti bijian. Hal ini sangat berguna jika mereka digunakan untuk merawat spesies yang memerlukan pakan protein tinggi untuk berhasil dipelihara.

sumber: terjemahan bebas (baca=bodoh) dari wikipedia.org
Foto: Koleksi Ozone Finch